Untuk kehidupan pribadi, 2011 meninggalkan kesan yang baik buat saya. Mulai dari lulusnya saya, sebenernya, saya sih menanggapi biasa aja soal kelulusan. Yang bikin saya senang adalah saya udah ga ada urusan dengan kampus terkutuk itu. Meski tetep aja masih direpotkan dengan urusan ijazah dan tetek bengeknya. Bayangkan, selang 1 bulan kelulusan, ijazah baru bisa diambil. Itu berarti saya harus balik lagi ke Purwokerto buat ngambil ijazah. Begonya lagi, transkip nilai baru bisa diambil satu bulannya lagi karena harus nunggu rector yang naik haji dulu. Wat Tje Fuk…
Titik balik kehidupan saya justru setelah saya lulus. Aktifitas saya pasca lulus bisa dikatakan itu-itu aja. Tidur, makan, berkembang biak, main. Sampai akhirnya ada teman saya yang menghubungi via bbm malem-malem. Rizky Akbar, teman-teman biasa memanggilnya Kibot. Seorang photografer handal yang sering mengeluarkan kata-kata galau diakun twitternya. Penampilan fisiknya yang kecil seolah menyembunyikan besarnya ide dan ambisi yang ada dikepalanya. Hal itu bisa dilihat ketika dia mengubungi saya malam-malam buta.
Kibot mengajak saya untuk bergabung membuat newslatter bikinan dia dan temannya. Saya sangat antusias menanggapinya. Memang dari dulu saya mau membuat sesuatu yang berkaitan dengan ini. Cuma belum menemukan orang yang tepat, Sepertinya Kibot mempunyai kendala yang sama. Akhirnya saya bersedia bergabung buat proyek newslatternya. Kibot menjelaskan newslatter ini adalah buah pikiran dia dan temannya waktu berada di kafe kopi. Rencananya konten newslatter berisikan musik, buku, film, artwork dan kultur yang berada di Cirebon.yang dikemas dengan sudut pandang beda. Belum ada pencapaian, hanya sekedar memberi wawasan lebih kepada pembaca nantinya.
Belakangan, saya baru tau kalo orang yang berencana membuat newslatter bersama Kibot ini adalah orang dulu saya kenal. Luki Ferdianto. Saya kenal dia tiga tahun silam, sewaktu kami bimbel ditempat yang sama. Ironisnya, kalau negara ini berselisih dan ribut karena hal agama, saya disatukan Luki oleh video bokep. Jadi yang mengakrabkan kami adalah bokep yang selalu kami tonto disela-sela bimbel. Saya baru tau kalau Luki seorang desainer dan owner Premium Distro Beauty Madness. Itu berarti sosok Luki bisa mengisi rubik fashion untuk newslatter kami. Sedaaap…
Kibot menenalkan sahabatnya, Dzaki Auditama kepada saya. Dia bilang kalo Dzaki juga sudah dari dulu mau membuat media seperti ini. Tapi terbentur oleh masalah klasik seperti yang sudah-sudah, kurang orang. Pengetahuan Dzaki tentang musik cukup luas, khususnya soal band indie local. Dia banyak mereferensikan band indie berkualitas yang namanya belum terangkat ke permukaan… atau sayanya aja yang kuper? Sudahlah.
Merasa masih kurang orang, teman saya sejak kecil, Jemi Alpian mengenalkan teman saudaranya yang sepertinya satu isme seperti kami. Ricky Pradipta. Seorang yang berpenampilan punk, karena terinspirasi dengan sosok band idolanya, Green Day. Berbanding terbalik dengan image punk yang urakan dan cuek, ternyata dia juga hobi mengoleksi buku. Lucunya saya dan Ricky mempunyai latar belakang kehidupan yang sama. Mulai dari kuliah dikesehatan karena disuruh orang tua yang konservatif. Hingga diarahkan bekerja menjadi PNS karena orang tua menganggap PNS itu sejahtera. Sungguh suatu persamaan garis hidup yang bisa membuat kami mabok bareng untuk meratapinya. Setelah diusut ternyata catatan kriminal saya dan Ricky juga sama. Sama-sama pernah ngambil buku rentalan dengan cara ga dikembalikan lagi sesudah nyewa. Hahhaha
Akhirnya dengan berbagai latar belakang, kami merasa lengkap untuk membuat media. Setelah berhari-hari mencari nama yang sesuai, ditetapkanlah nama Papernoise sebagai nama newslatter kita. Sebuah newslatter kecil yang menohok. Yah… hal ini lah salah satunya yang membuat 2011 serasa berkesan buat saya. Mendapat teman baru, lingkungan baru dan pergaulan baru selepas saya pergi merantau tiga tahun karena kuliah. Bisa dibilang Papernoise adalah gerbang buat saya menjalani rutinitas hidup dan bertetemu orang baru dikehidupan saya. Terimakasih 2011 selamat dating 2012. Semoga tahun depan ga jadi kiamat, soalnya saya belum sempat menonton konser Iggy Pop, Motorhead dan Morrissey.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar